Pemkab Bandung Bergerak Cepat Tangani Ambruknya Kios di Pasar Soreang

banner 468x60

Rapat tersebut membahas berbagai langkah konkret penanganan pascabencana, mulai dari penanganan korban, evaluasi konstruksi bangunan, hingga skema perlindungan bagi para pedagang. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk segera melakukan asesmen teknis menyeluruh terhadap kondisi bangunan pasar.

“Asesmen ini penting untuk memastikan kelayakan struktur bangunan serta mencegah potensi kejadian serupa di lokasi lain,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Bandung juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti ambruknya bangunan. Proses ini mencakup pengujian material serta pelibatan ahli konstruksi. Demi keselamatan, kios terdampak untuk sementara ditutup hingga pemeriksaan selesai dilakukan.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia juga meminta pihak pengelola pasar, PT Bangun Bina Persada (BBP), untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

“Pengelola wajib bertanggung jawab terhadap seluruh dampak yang ditimbulkan, baik kepada korban maupun para pedagang. Kompensasi harus diberikan selama masa pemulihan karena kios tersebut merupakan sumber penghasilan mereka,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi bangunan, termasuk penyusunan desain ulang dengan standar keselamatan yang lebih ketat. Ke depan, seluruh bangunan diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) melalui asesmen DPUTR.

Kang DS merinci, penanganan harus mencakup tiga hal utama, yakni penanganan layak bagi korban meninggal dunia, tanggung jawab terhadap korban luka, serta pemberian kompensasi kepada pedagang yang terdampak.

Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan akan terus mengawal proses penanganan secara cepat, terpadu, dan transparan, agar aktivitas masyarakat di Pasar Soreang dapat segera pulih dengan rasa aman.

Sebagai informasi, peristiwa ambruknya bagian atap (kanopi) kios terjadi pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Blok III area penggilingan tepung Pasar Soreang. Sebanyak 14 kios terdampak dalam kejadian tersebut.

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama Ade Supriatna, serta tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, reruntuhan juga menimpa sejumlah kendaraan di sekitar lokasi.

Berdasarkan penelusuran awal, kios yang terdampak merupakan area usaha penggilingan yang menggunakan mesin listrik maupun diesel. Aktivitas tersebut diduga menimbulkan getaran yang dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi struktur bangunan. Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang. ***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *