IKEA Hadir di Pusat Kota Bandung, Pemkot Dorong Kebangkitan Kawasan Ritel Legendaris

banner 468x60

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa kehadiran merek global di jantung kota memiliki makna simbolis terhadap meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap masa depan ekonomi kawasan tersebut. Ia menekankan bahwa koridor Jalan Asia Afrika, Jalan Dalem Kaum, dan Jalan Kepatihan secara historis merupakan kawasan utama (prime area) bisnis ritel di Kota Bandung.

“Kehadiran brand global di tempat seperti ini merupakan sesuatu yang kami hormati dan banggakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa semua pihak masih memiliki kesempatan untuk berkembang dan para pelaku usaha masih percaya terhadap masa depan kawasan ini,” ujar Farhan.

Ia juga mengakui bahwa kawasan Dalem Kaum dan Kepatihan sempat mengalami penurunan aktivitas bisnis akibat kebijakan di masa lalu yang kurang tepat. Namun demikian, ia mengapresiasi komitmen manajemen Kings Shopping Center yang tetap bertahan dan terus berupaya mengembangkan bisnis di kawasan tersebut.

Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah menyusun strategi komprehensif untuk menghidupkan kembali kawasan pusat kota sebagai pusat perdagangan yang ramai dan mudah diakses masyarakat. Dukungan pemerintah, terutama dalam aspek regulasi dan perizinan, akan terus diperkuat guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Sementara itu, Kepala Retail IKEA Indonesia, Peter, menjelaskan bahwa kehadiran gerai pop-up ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Ia menilai akses terhadap produk rumah tangga yang fungsional dan terjangkau menjadi kebutuhan penting masyarakat.

“Melalui kehadiran gerai ini, kami berharap dapat memperkenalkan IKEA lebih dekat kepada masyarakat serta membuka peluang pasar yang terus berkembang,” ungkapnya.

Direktur Kings Shopping Center, Alvin Benjamin Kanda, menyambut positif kehadiran IKEA dan berharap kerja sama ini dapat menjadi pemicu bagi brand lain untuk turut meramaikan ekosistem ritel di pusat Kota Bandung.

“Kehadiran brand global tentu menjadi langkah positif dalam menghidupkan kembali aktivitas bisnis dan ritel di kawasan ini. Kami yakin ini menjadi awal yang baik,” ujarnya.

Dari sisi pemasaran, perwakilan IKEA, Dio, menjelaskan bahwa konsep gerai temporer ini juga bertujuan mengubah persepsi masyarakat bahwa produk internasional selalu identik dengan harga mahal. Lokasi di pusat kota dipilih untuk menjangkau lebih banyak konsumen dengan arus pengunjung tinggi.

Sebagai informasi, IKEA merupakan perusahaan multinasional yang didirikan oleh Ingvar Kamprad pada tahun 1943. Dikenal dengan desain minimalis khas Skandinavia dan konsep furnitur siap rakit (flat-pack), kehadiran gerai pop-up di pusat Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat koneksi antara inovasi global dengan daya beli lokal, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi sektor ritel pascapandemi.

(Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *