Kelulusan ini menjadi pencapaian penting bagi Beckham di tengah padatnya jadwal sebagai pesepak bola profesional, baik bersama klub maupun tim nasional. Dalam keterangannya di Unjani, Rabu (15/4), Beckham mengungkapkan bahwa perjalanan menyelesaikan pendidikan tinggi bukanlah hal mudah.
“Ini rangkaian panjang saya bisa lulus sebagai sarjana. Tidak mudah di tengah kesibukan yang sangat padat, baik di Persib maupun di timnas. Alhamdulillah saya bisa membagi waktu,” ujarnya.
Selama menjalani perkuliahan, Beckham kerap mengorbankan waktu istirahat usai latihan dan pertandingan demi mengikuti kelas dan menyelesaikan tugas akademik. Sistem perkuliahan daring turut membantu dirinya tetap dapat menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa.
“Membagi waktunya di sela-sela latihan. Kebetulan kelas saya juga bisa online, jadi lebih memudahkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Beckham menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam rencana hidupnya, terutama sebagai bekal setelah pensiun dari dunia sepak bola. Ia bahkan membuka peluang untuk berkarier di bidang pemerintahan di masa depan.
“Pendidikan tetap nomor satu. Tidak selamanya kita bermain bola, jadi saya harus memikirkan jenjang ke depan. Saya ingin terjun ke pemerintahan,” ungkapnya.
Keberhasilan Beckham Putra ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para atlet muda untuk tetap mengutamakan pendidikan di tengah karier profesional yang dijalani, serta membuktikan bahwa prestasi di lapangan dapat berjalan seiring dengan pencapaian akademik.
(Red)