Tumpukan Sampah Menggunung di Pasar Induk Caringin Bandung, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Ancaman Kesehatan

banner 468x60

Keluhan tersebut tidak hanya datang dari para pedagang, tetapi juga dari warga sekitar, pembeli, hingga pengguna jalan yang melintas di kawasan pasar terbesar di wilayah barat Kota Bandung tersebut.

A. Dadang (55), salah seorang pedagang di Pasar Induk Caringin, mengaku aroma tidak sedap dari tumpukan sampah sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Bau menyengat ini bukan hanya dirasakan pedagang dan warga sekitar saja, tetapi juga oleh para pembeli dan masyarakat yang lewat. Kami khawatir dampaknya terhadap kesehatan pernapasan,” ujar Dadang kepada tim suarapasundan.net, Jumat (13/3/2026).

Keluhan serupa disampaikan H. Tantan (65), warga sekitar yang menilai kondisi tumpukan sampah di area pasar sudah sangat memprihatinkan. Menurutnya, sampah yang berserakan menimbulkan pemandangan kumuh sekaligus mengganggu aktivitas perdagangan.

“Tumpukan sampah di Pasar Induk Caringin ini menimbulkan bau menyengat, pemandangan jadi kumuh, dan mengganggu pedagang maupun pembeli. Hal ini biasanya terjadi karena keterlambatan pengangkutan sampah, minimnya kesadaran kebersihan, serta kapasitas tempat penampungan sementara (TPS) yang sudah overload,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa volume sampah yang tidak terkendali menyebabkan gunungan sampah di TPS mencapai sekitar enam meter. Kondisi tersebut membuat jalan di sekitar lokasi menjadi becek dan licin, sehingga berpotensi membahayakan pengunjung.

“Sampah menggunung hingga sekitar enam meter di TPS. Jalan jadi becek, licin, dan terlihat sangat kumuh. Walaupun ada pengangkutan, gunungan sampah ini tetap menjadi persoalan besar,” tambahnya.

Sementara itu, Kang Jeki, salah satu bandar buah di pasar tersebut, menegaskan bahwa timbunan sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu berbagai masalah kesehatan serta mengganggu kenyamanan pengunjung.

“Bau menyengat dari sampah ini bisa memicu potensi penyakit dan jelas mengganggu kenyamanan warga maupun pembeli yang datang ke pasar,” katanya.

Ia menjelaskan, idealnya pengangkutan sampah di Pasar Induk Caringin dilakukan secara rutin dengan sekitar 10 hingga 20 armada setiap harinya. Namun hingga kini kondisi penanganan sampah dinilai belum maksimal.

Para pedagang dan warga berharap pengelola pasar bersama pemerintah daerah serta dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kami berharap pemerintah segera menindak pengelola pasar dan mencarikan solusi yang nyata. Jangan sampai sampah ini dibiarkan membusuk seperti sekarang,” tegas Kang Jeki.

Red/Tim

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *