
Kepala SMPN 1 Tambakdahan, Satam S.Pd., M.M., mengatakan bahwa kegiatan pesantren kilat tersebut dilaksanakan saat para siswa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
“Memperingati bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, para siswa dan guru di SMPN 1 Tambakdahan melaksanakan kegiatan Sanlat atau pesantren kilat di sekolah,” ujar Satam kepada tim suarapasundan.net, Kamis (12/03/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan Sanlat berlangsung mulai 5 Maret hingga 13 Maret 2026 dan dilaksanakan di lingkungan SMPN 1 Tambakdahan, Kabupaten Subang. Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan berbagai materi dan kajian keislaman yang disampaikan oleh para guru pembimbing di sekolah tersebut.
Beberapa materi yang diberikan di antaranya mengenai arti dan tujuan berpuasa, praktik bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, pengenalan Asmaul Husna, kaifiah puasa, hukum Islam dan macam-macam najis, serta adab kepada orang tua, guru, dan masyarakat.
Menurut Satam, seluruh guru di sekolah turut berperan aktif sebagai pemateri sekaligus pembimbing dalam kegiatan Sanlat tersebut.
“Tujuan kegiatan Sanlat ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperdalam pengetahuan tentang Islam dan Al-Qur’an, meningkatkan kesadaran akan pentingnya ibadah dan amal saleh, serta membentuk karakter dan akhlak yang baik pada diri siswa,” tegasnya.
Sementara itu, Guru Kesiswaan SMPN 1 Tambakdahan, Tatang Sahrudi S.Pd, menambahkan bahwa kegiatan Sanlat diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah para siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap para siswa dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, menjadi teladan di masyarakat, serta mampu menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat,” ujarnya.
Ia juga berharap melalui kegiatan ini terbentuk karakter siswa yang disiplin, sabar, dan tawakal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Selain kegiatan pembelajaran keagamaan, pihak sekolah juga berencana mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil serta santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Kegiatan tersebut akan melibatkan para siswa bersama OSIS dan MPK dengan memanfaatkan dana sumbangan yang dikumpulkan dari para siswa.
“Semoga melalui kegiatan ini ibadah puasa para siswa dapat berjalan dengan baik hingga selesai, serta mampu menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama,” pungkas Tatang.
(CD.Hermawan/Tim)










