Di Tengah Geliat Pembangunan Desa, Ma Endeung Lansia Sebatang Kara Hidup di Bangunan Rapuh Tanpa Kamar Mandi

banner 468x60

Pangandaran, SP – Di tengah geliat pembangunan di berbagai wilayah pedesaan, masih terdapat kisah warga lanjut usia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satunya adalah Ma Endeung, seorang janda berusia 76 tahun yang tinggal seorang diri di RT 07 RW 04 Blok Cilentah, Dusun Sindangherang, Desa Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kondisi Ma Endeung terbilang sangat memprihatinkan. Ia tinggal seorang diri di sebuah bangunan tua berukuran sekitar 2 x 4 meter yang kondisinya sudah rapuh. Bangunan tersebut juga tidak dilengkapi kamar mandi maupun kakus (WC) yang layak.

Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, Ma Endeung terpaksa meminta air dari rumah tetangga yang kebetulan dalam kondisi kosong.

Keterbatasan fasilitas sanitasi juga membuat Ma Endeung harus menjalani aktivitas mandi dengan kondisi yang jauh dari layak. Demi menjaga rasa malu, ia memilih menunggu waktu gelap untuk mandi, baik menjelang malam maupun saat subuh sebelum hari mulai terang.

Ia biasanya mandi di teras bangunan tempat tinggalnya. Kondisi tersebut telah menjadi bagian dari kesehariannya di usia yang seharusnya mendapat kehidupan yang lebih layak dan nyaman.

Dengan suara lirih, Ma Endeung menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat memberikan bantuan berupa fasilitas kamar mandi yang layak.

“Saya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa kamar mandi yang layak agar bisa menjalani kehidupan dengan lebih manusiawi. Kalau ada kamar mandi yang layak, saya tidak perlu lagi menunggu gelap untuk mandi. Saya ingin hidup lebih tenang di usia tua,” ungkap Ma Endeung.

Warga Berharap Pemerintah Turun Tangan

Kondisi Ma Endeung mengundang keprihatinan warga sekitar. Mereka berharap pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Pangandaran dapat segera melihat langsung kondisi tempat tinggal lansia tersebut dan mengambil langkah nyata.

Menurut warga, persoalan yang dihadapi Ma Endeung bukan hanya mengenai kondisi rumah, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar berupa sanitasi, air bersih, serta rasa aman dan nyaman bagi seorang lansia yang hidup seorang diri.

Kepedulian warga terhadap kondisi Ma Endeung menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat.

Perlu Intervensi dan Perhatian Pemerintah

Kisah Ma Endeung sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan dan program kesejahteraan perlu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan.

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni, bantuan sosial, penyediaan sanitasi yang layak, serta akses terhadap air bersih diharapkan dapat menjadi perhatian bagi warga dengan kondisi seperti Ma Endeung.

Pemerintah dan instansi terkait diharapkan tidak hanya melihat persoalan berdasarkan data administrasi, tetapi juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warga yang membutuhkan benar-benar mendapatkan penanganan.

Harapan untuk Kehidupan yang Lebih Layak

Ma Endeung mungkin hanya satu dari sekian banyak warga yang masih membutuhkan perhatian. Namun, kisahnya menjadi potret bahwa di tengah pembangunan desa yang terus berjalan, masih ada warga lanjut usia yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar seorang diri.

Karena itu, instansi terkait diharapkan segera turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi tempat tinggal Ma Endeung di RT 07 RW 04 Blok Cilentah, Dusun Sindangherang, Desa Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Bantuan berupa kamar mandi yang layak, perbaikan tempat tinggal, maupun bentuk intervensi sosial lainnya diharapkan dapat segera diberikan sesuai hasil verifikasi di lapangan.

Bagi Ma Endeung, sebuah kamar mandi sederhana mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang. Namun bagi seorang lansia yang selama ini harus menunggu gelap untuk mandi, fasilitas tersebut adalah harapan untuk menjalani sisa hidup dengan lebih tenang, aman, dan bermartabat.

(TS)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *