Garut, SP – Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan status kejadian luar biasa usai keracunan massal berulang kali terjadi di wilayah kabupaten Garut.
Hal ini menjadi sorotan publik dan kecemasan masyarakat tentang Makan Bergizi Gratis di sekolah terutama di kacamatan Kadungora. Dan dari beberapa orang tua mencemaskan anak nya makan MBG yang bergejala mual muntah dan sekarang masih di tangani oleh puskesmas Kadungora dan puskesmas Leles Garut Rabu (01/10/2025).

Akibat kejadian tersebut Bupati Garut Syakur Amin pun menetapkan terapkan KLB Keracunan MBG di wilayah nya dan segala biaya perobatan korban MBG tersebut pun di tanggung penuh oleh Pemda Garut dan Pemerintah,” tegas Syakur Amin.
Syakur Amin pun menambahkan bahwa,” Hal KLB ini perlu di tetapkan segera mengingat kejadian serupa telah berulang kali terjadi.Seminggu yang lalu korban nya anak pelajar SMA dan SMK.
Dan sesuai dengan data Dinas Kesehatan kabupaten Garut hingga Selasa malam korban keracunan MBG tersebut sudah mencapai 130 orang dan terus bertambah,” ungkapnya.
Dedeh,ibu Eem dan sejumlah orang tua lain nya pun berharap agar MBG ini di berhentikan saja dulu mengingat kejadian keracunan tersebut semakin meningkat.
Dan kejadian ini menjadi kecemasan orang tua serta menjadi was-was bagi orang siswa,”tegas Dedeh

H.Kosim (58) salah satu warga Garut menyatakan bahwa,” Program MBG ini hanya mencemaskan warga dan di anggap kurang relevan bagi masyarakat kecil.Dan kami harap pengawasan dan monitoring dari pemerintah perlu di tingkatkan.
Jangan program pemerintah yang mulia ini menjadi problem yang merugikan kesehatan anak didik kami.Dan biaya yang miliaran tersebut di jadikan menjadi modus lahan korupsi saja,” ucap Kosim ke tim suarapasundan.net. (RG/Tim)











