Garut, SP – Ancaman bencana kekeringan yang mulai berdampak pada lahan pertanian di Kabupaten Garut menjadi perhatian berbagai kalangan. Pemerintah Kabupaten Garut dinilai perlu segera mengambil langkah konkret agar sektor pertanian tetap produktif dan sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang tengah menjadi prioritas pemerintah pusat.
Pemerintah pusat diketahui telah mengalokasikan anggaran besar untuk memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program strategis, di antaranya pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, keberhasilan program tersebut dinilai akan sulit tercapai apabila persoalan kekeringan di daerah tidak segera ditangani.
Ketua Forum Pemuda Pemudi Rakyat Garut Bersatu (FPPRGB), Ferry Nurdiansyah, menilai Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas Pertanian, harus lebih peka terhadap kondisi yang tengah dihadapi para petani di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kekeringan yang melanda lahan pertanian berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen sehingga dapat menghambat target ketahanan pangan yang sedang digencarkan pemerintah pusat.
“Jangan biarkan kekeringan menyebabkan penurunan produktivitas pertanian sehingga tujuan pemerintah pusat dalam memperkuat program ketahanan pangan tidak tercapai,” ujar Ferry, Rabu (5/8).
Ferry menegaskan, setiap kebijakan pemerintah daerah semestinya berjalan selaras dengan arah pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, terutama dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
“Tentu saja program pemerintah daerah harus linear dengan pemerintah pusat. Jangan yang satu ke kiri, yang satu ke kanan,” tegasnya.
Sebagai contoh, Ferry mengungkapkan kondisi yang saat ini terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Sekitar 33 hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami kekeringan akibat musim kemarau dan membutuhkan penanganan segera agar tidak berdampak terhadap hasil panen para petani.
Menurutnya, laporan yang disampaikan para relawan di lapangan seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata. Penanganan yang cepat dinilai penting agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan produktivitas lahan pertanian tetap terjaga.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian dapat segera menyiapkan berbagai solusi, seperti pembangunan sumber air, sumur bor, sumur dangkal, maupun langkah strategis lainnya yang mampu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian selama musim kemarau berlangsung.
“Respons cepat pemerintah sangat dibutuhkan agar para petani tidak mengalami gagal panen. Dengan demikian, program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal dan kesejahteraan petani tetap terjaga,” pungkas Ferry.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Garut maupun Dinas Pertanian Kabupaten Garut terkait langkah penanganan kekeringan yang terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong.
(H.Ujang Slamet)











