SDN 1 Jayaraga Garut Gelar Outing Class Naik Sonagar, Belajar Sambil Mengenal Lingkungan

banner 468x60

Garut, SP – Suasana belajar berbeda dirasakan para siswa SDN 1 Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Sekolah tersebut menggelar kegiatan outing class dengan mengajak siswa berkeliling menggunakan mobil Sonagar milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori di ruang kelas, tetapi juga diajak mengamati secara langsung lingkungan sekitar serta mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki keterkaitan dengan pembelajaran.

Kepala SDN 1 Jayaraga, Yanti Srimulyanti Arni, M.Pd., mengatakan para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkaya proses belajar peserta didik.

Yanti menjelaskan, kegiatan outing class tersebut sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran melalui berbagai kegiatan.

“Kegiatan ini sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Ada tiga hal yang harus kita laksanakan, pertama intrakurikuler mata pelajaran yang setiap harinya dilaksanakan. Kedua kokurikuler, yaitu kegiatan yang menunjang intrakurikuler. Yang ketiga ekstrakurikuler,” jelas Yanti saat ditemui di ruang kepala sekolah, Selasa (1/9/2026).

Menurut Yanti, kegiatan outing class yang dilaksanakan kali ini masuk dalam kategori kokurikuler. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari proyek pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung di luar lingkungan sekolah.

“Kegiatan yang kita saksikan itu adalah kokurikuler, di mana anak dijadwalkan untuk melakukan kegiatan proyek. Kegiatan proyeknya adalah mengunjungi perpustakaan dan mengamati lingkungan sekeliling,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, SDN 1 Jayaraga memanfaatkan program kerja sama Sonagar dengan sekolah. Para siswa dijadwalkan mengikuti perjalanan menggunakan mobil Sonagar sebagai sarana pendukung kegiatan pembelajaran.

“Kebetulan Sonagar punya program kerja sama untuk sekolah melakukan jalan-jalan. Maka kami bekerja sama dengan pihak Sonagar untuk dijadwalkan naik mobil Sonagar,” ujarnya.

Yanti menyebut kegiatan bersama Sonagar tersebut bukan kali pertama dilakukan. SDN 1 Jayaraga bahkan telah memiliki agenda tahunan untuk melaksanakan kegiatan serupa.

“Alhamdulillah, kita memang dijadwalkan setiap tahun melaksanakan jalan-jalan bersama Sonagar. Ditambah lagi dengan program kokurikuler siswa kelas 5, perpaduan antara mata pelajaran Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan IPAS,” tambahnya.

Untuk saat ini, kegiatan outing class baru diikuti oleh siswa kelas 5. Namun, pihak sekolah berharap ke depan kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara lebih luas sehingga seluruh siswa dari berbagai jenjang kelas mendapatkan kesempatan yang sama.

Menurut Yanti, antusiasme siswa menjadi salah satu alasan sekolah ingin mempertahankan sekaligus mengembangkan kegiatan pembelajaran di luar kelas secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan setiap tahun kita bisa melaksanakan MoU dengan Sonagar sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Anak-anak memang merasa senang belajar melalui outing class. Harapannya dalam satu tahun itu semua kelas bisa kebagian jalan-jalan dengan Sonagar,” ungkapnya.

Selain berharap kegiatan dapat menjangkau seluruh kelas, Yanti juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Garut agar jumlah armada Sonagar dapat ditambah.

Menurutnya, penambahan armada akan membuka kesempatan lebih besar bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Garut untuk memanfaatkan Sonagar sebagai salah satu sarana pembelajaran di luar kelas.

“Tentunya armadanya juga harus ditambah. Ini imbauan kepada Pemda, tidak ada salahnya untuk menambahkan armada untuk Sonagar,” tutup Yanti.

Melalui kegiatan tersebut, SDN 1 Jayaraga menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang efektif ketika siswa diberikan kesempatan untuk mengamati, mengalami, dan menghubungkan materi pelajaran dengan kondisi nyata di lapangan.

Bagi para siswa, perjalanan menggunakan mobil Sonagar bukan sekadar kegiatan jalan-jalan, tetapi menjadi pengalaman edukatif untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus memperkuat materi pembelajaran yang telah diterima di sekolah.

(H. Ujang Slamet)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *