
Bandung Barat, SP – Kegiatan Isra Mi’raj dan Rajaban di lingkungan SMP Negeri 3 Batujajar menjadi salah satu program penunjang dalam membentuk karakter islami peserta didik yang berakhlak mulia dan mandiri. Pelaksanaan Rajaban tahun ini berlangsung dengan penuh hikmah dan antusiasme seluruh warga sekolah.
Kepala SMP Negeri 3 Batujajar, Ceceng Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam pembinaan karakter siswa.
“Kegiatan Rajaban di sekolah kami kali ini terlaksana dengan penuh hikmah,” ungkap Ceceng kepada tim suarapasundan.net.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Dhea Dwi Lestari, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan Rajaban dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2025, bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.
Menurut Dhea, panitia pelaksana kegiatan adalah para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Kegiatan Remaja Masjid (KRM). Para siswa juga turut berperan sebagai pemateri dalam acara tersebut, di antaranya Sutriani Rosyidah (kelas 8D) sebagai perwakilan anggota KRM, Iqbal (kelas 7B), Diah dan Revina (kelas 8C), serta didukung oleh guru PAI seperti Rijal Anwar, S.Pd.I, Lutfia Afifah, S.Pd.I, dan Dhea Dwi Lestari, S.Pd.
Dhea menambahkan, tujuan utama kegiatan Rajaban ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa kepada Allah SWT, khususnya dengan mengenang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momen turunnya perintah salat lima waktu. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menambah wawasan keagamaan siswa tentang sejarah, hikmah, serta nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membentuk akhlak mulia dan karakter Islami pada siswa, seperti disiplin terutama dalam menjalankan salat, kejujuran, ketabahan, serta perilaku positif lainnya,” ujar Dhea.
Ceceng Gunawan pun berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kecintaan siswa kepada Rasulullah SAW serta memotivasi mereka untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Secara keseluruhan, kami berharap siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mengamalkan hikmah Isra Mi’raj untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Saya selaku kepala sekolah bersama guru-guru PAI merasa sangat positif, mendukung penuh, dan antusias terhadap kegiatan ini sebagai sarana pembinaan karakter Islami dan penguatan nilai-nilai religius bagi anak-anak kami,” pungkasnya.
(Roven Ginting)










