
Kegiatan pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 3 Garut, Drs. H. Asep Ansor Mujahidin, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Pesantren Ekologi Ramadhan merupakan program yang berpedoman pada nilai Panca Waluya, yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), dan singer (terampil).
“Program ini bukan sekadar penguatan spiritual, tetapi juga membangun karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari keimanan,” ujarnya.
Acara pembukaan juga diikuti secara daring melalui zoom meeting bersama Disdik Jawa Barat. Selain itu, para siswa mendapatkan materi tentang menjaga dan membersihkan lingkungan yang disampaikan oleh Komarudin, S.Ag., guru Pendidikan Agama Islam SMAN 3 Garut.
Dalam pelaksanaannya, Pesantren Ekologi menghadirkan sejumlah kegiatan unggulan. Salah satunya adalah tadabur alam dengan pendekatan Pancaniti, yakni lima tahapan pembelajaran berbasis kearifan lokal Sunda yang meliputi Niti Harti (mengerti), Niti Surti (memahami), Niti Bukti (melakukan), Niti Bakti (mengabdi), dan Niti Sajati (menjadi diri sejati). Pendekatan ini bertujuan membentuk manusia masagi atau pribadi yang seimbang secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
Selain itu, terdapat program Karomah (kegiatan amaliah Ramadhan) yang mendorong siswa mempraktikkan ibadah harian dan pembiasaan baik di rumah dengan pemantauan digital melalui aplikasi sekolah.

Tak kalah penting, kegiatan Aksi Tasyakur juga menjadi bagian dari rangkaian pesantren ekologi. Dalam kegiatan ini, siswa dilibatkan dalam berbagai aksi nyata seperti penanaman pohon, gerakan infak dan sedekah Ramadhan (Poe Ibu), pembagian paket makanan melalui program Rantang Kanyaah, serta wakaf Al-Qur’an.
Pesantren Ekologi di SMAN 3 Garut dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama diperuntukkan bagi siswa kelas X pada 24–27 Februari 2026, sedangkan sesi kedua bagi kelas XI pada 2–6 Maret 2026. Sementara itu, siswa kelas XII tidak mengikuti kegiatan ini karena tengah mempersiapkan diri menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Jenjang yang akan berlangsung pada 9–13 Maret 2026.
Melalui program ini, pihak sekolah berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya beriman dan berkarakter kuat, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga lingkungan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
(Roven RG)










