CIANJUR, SP – Setelah proses penerimaan peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 selesai, SMKN 1 Karangtengah Kabupaten Cianjur resmi menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya sebagai langkah awal membentuk karakter, kedisiplinan, serta memperkenalkan lingkungan sekolah kepada para peserta didik baru.
Pelaksanaan MPLS tersebut mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan serta arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang mengusung konsep MPLS Pancawaluya, sejalan dengan anjuran Gubernur Jawa Barat dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di daerah.
“Sesuai dengan anjuran Gubernur Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, MPLS di setiap sekolah dilaksanakan dengan konsep Pancawaluya dan disesuaikan dengan peraturan daerah,” ujar Selpi, salah seorang guru SMKN 1 Karangtengah Cianjur.
Kegiatan pembukaan MPLS berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala BBPPMVP Cianjur, Wakil Direktur RSUD Jawa Barat, serta Pengawas Pembina. Acara diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan perkenalan dewan guru dan tenaga kependidikan, serta pengenalan lingkungan sekolah melalui kegiatan berkeliling area sekolah.

Tak hanya memperkenalkan budaya dan lingkungan sekolah, MPLS juga menghadirkan narasumber dari Unit Kepolisian Polres Cianjur yang memberikan edukasi kepada peserta didik baru mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, membangun kesadaran hukum, serta bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Selpi mengatakan, suasana hari pertama MPLS dipenuhi semangat dan antusiasme para siswa baru yang mulai menapaki perjalanan pendidikan di jenjang sekolah menengah kejuruan.
“MPLS menjadi saksi awal perjuangan dan cerita baru di SMK. MPLS telah resmi dimulai dan energinya benar-benar luar biasa. Sejak pagi, wajah-wajah penuh semangat dan antusiasme sudah memenuhi koridor sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, H. Maman (65), warga Kabupaten Cianjur yang peduli terhadap dunia pendidikan, menyampaikan harapannya agar seluruh peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dengan baik dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun teman-teman barunya.
Menurutnya, meski pada hari-hari awal masih tampak beragam seragam SMP yang dikenakan siswa, hal tersebut menjadi bagian dari proses menuju identitas baru sebagai keluarga besar SMKN 1 Karangtengah.
“Saat ini memang masih terlihat warna-warni seragam SMP yang mereka kenakan. Namun beberapa hari ke depan mereka akan mengenakan seragam yang sama sebagai identitas keluarga besar SMKN 1 Karangtengah. Semoga mereka mampu beradaptasi, belajar dengan sungguh-sungguh, serta meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik melalui sekolah ini,” ujarnya.
Ia juga berharap terjalin sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan peserta didik.
“Kami berharap guru dan orang tua murid dapat saling mendukung dan bekerja sama demi kemajuan sekolah serta masa depan anak-anak kita,” pungkas H. Maman kepada tim SuaraPasundan.net.
Melalui pelaksanaan MPLS Pancawaluya ini, SMKN 1 Karangtengah Cianjur berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, inklusif, dan berkarakter, sehingga para peserta didik baru siap mengikuti proses pembelajaran sekaligus mengembangkan potensi diri untuk menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Roven.G











