
Bandung Barat, SP – Upaya peningkatan kualitas pendidikan kembali ditekankan melalui pentingnya peran guru dalam memantaskan diri menjadi pendidik yang kompeten, profesional, dan inspiratif. Hal tersebut disampaikan oleh Hj. Eni Haerini, M.Pd., dalam tulisannya yang menegaskan bahwa guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pembelajaran, meskipun pendekatan kurikulum seperti Pembelajaran Mendalam (PM) mengalami perubahan struktur dan istilah.
Menurut Eni, pembelajaran mendalam bukanlah hal yang menakutkan, karena pada dasarnya mekanisme pelaksanaannya tidak jauh berbeda dari kurikulum sebelumnya. Perubahan hanya tampak dari penamaan elemen dan template. Namun demikian, kualitas pembelajaran tetap sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola kelas dan memfasilitasi peserta didik.
Ia memaparkan bahwa saat ini terdapat berbagai tipe guru, mulai dari guru biasa hingga guru hebat. Guru hebat, merujuk pada pendapat William Arthur Ward, adalah mereka yang bukan hanya menyampaikan dan menjelaskan materi, tetapi juga mampu menunjukkan, memberikan teladan, serta menginspirasi peserta didiknya. Tingkatan inilah yang dianggap menentukan tinggi rendahnya kualitas pembelajaran.
Eni menegaskan bahwa perbedaan kualitas guru sangat ditentukan oleh pola pikir yang dimiliki. Guru dengan growth mindset cenderung terus memperbaiki diri melalui refleksi dan perubahan berkelanjutan. Sebaliknya, guru dengan fixed mindset lebih mudah terjebak dalam zona nyaman dan hanya hadir untuk memenuhi kewajiban tanpa upaya peningkatan kemampuan. Sikap seperti inilah yang dinilai dapat menghambat kemajuan pendidikan di sekolah.
“Guru yang terus bertumbuh akan mencapai level tertinggi, yaitu mampu menginspirasi. Sosok guru ini bukan hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga melahirkan generasi yang terus berlomba dalam kebaikan,” tulis Eni.
Ia menambahkan bahwa memantaskan diri menjadi guru yang berkualitas berarti memenuhi empat kompetensi utama: kepribadian, profesional, sosial, dan pedagogik. Dengan menguasai keempatnya, guru akan lebih mudah menjadi figur inspiratif yang membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. (RG)










