KPAD Kota Bandung Gelar OPSGAB Yustisia, 30 Pelajar Luar Kota Terjaring Razia

banner 468x60

Operasi tersebut menyisir sejumlah kawasan strategis, di antaranya Perempatan Lima, Asia Afrika, Masjid Agung, Kepatihan, Kebon Kalapa, Pendopo, Otista, hingga Kautamaan Istri. Kegiatan ini menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap potensi kerentanan anak pada jam-jam rawan malam hari.

30 Pelajar Luar Kota Terjaring

Dalam penyisiran tersebut, petugas mendapati sekelompok remaja yang masih berkeliaran di luar rumah saat dini hari. Hasil pendataan menunjukkan sekitar 30 remaja berstatus pelajar setingkat SMP terjaring dalam operasi. Seluruhnya diketahui berasal dari luar Kota Bandung.

Selain itu, petugas juga menemukan anak-anak di bawah umur yang turut dibawa orang tuanya bekerja hingga larut malam. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap tumbuh kembang serta hak pendidikan anak.

Sebagai langkah preventif, para remaja luar kota tersebut langsung didata dan dipulangkan ke daerah asal menggunakan armada truk Satpol PP. Sementara itu, para orang tua yang membawa anak saat bekerja diberikan peringatan keras serta edukasi agar memastikan anak tetap memperoleh hak pendidikan dan tidak berada di lingkungan kerja yang berpotensi membahayakan.

Komitmen Lintas Sektor Lindungi Anak

Wakil Ketua KPAD Kota Bandung, M. Arif Djajanagara, yang turut turun langsung ke lapangan, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar penertiban administratif.

“Langkah penertiban dilakukan semata-mata sebagai bentuk pencegahan risiko dan perlindungan terhadap anak, mengingat kerentanan mereka pada jam rawan malam hari sangat tinggi,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua KPAD Kota Bandung, Ita Dianawati, menyampaikan bahwa kolaborasi ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah, termasuk Dinsos yang dipimpin dr. H. Yorisa Sativa, M.Kes serta DP3A di bawah arahan Dra. Uum Sumiati, M.Si.

“Kami berkomitmen terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemenuhan hak anak melalui kolaborasi lintas OPD, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil. Ini adalah langkah nyata mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota Layak Anak dan Ramah Anak, yang menjadi program prioritas Bapak Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,” tegas Ita.

Melalui OPSGAB Yustisia ini, Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan anak sekaligus memastikan ruang publik tetap aman dan kondusif, khususnya bagi generasi muda. ***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *