Banjar, SP – Suasana Kantor Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mendadak ramai pada Kamis 7 mei 2026 sore sekitar pukul 15.30 WIB. Sejumlah mitra usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukamukti mendatangi kantor desa karena merasa dirugikan akibat uang mereka diduga dibawa kabur oleh Direktur BUMDes Desa Sukamukti.
Kedatangan para mitra usaha tersebut mendapat perhatian dari pihak kepolisian. Kapolsek Pataruman, AKP Hadi Winarso, S.Sos., M.H., bersama jajaran turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Desa Sukamukti segera menggelar rapat mendadak di kantor desa. Rapat dihadiri Kepala Desa Sukamukti Budi Haryono, orang tua Direktur BUMDes, para mitra usaha BUMDes, serta jajaran Polsek Pataruman.
Dalam pertemuan tersebut, para mitra usaha menyampaikan keluhan dan tuntutan terkait kejelasan dana yang telah disetorkan kepada pihak BUMDes. Salah satu mitra mengaku mengalami kerugian mencapai sekitar Rp160 juta. Bahkan, menurut informasi yang diterima pihak desa, terdapat dugaan kerugian mitra lain nya nilainya mencapai kurang lebih Rp200 juta.

Kepala Desa Sukamukti, Budi Haryono, menjelaskan bahwa Direktur BUMDes yang berinisial S diketahui menjabat sejak tahun 2022. Namun demikian, pihak pemerintah desa menegaskan bahwa persoalan yang terjadi merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.
“Karena dalam perjanjiannya pihak BUMDes juga tidak mengetahui secara jelas, bahkan tidak ada perjanjian tertulis. Jadi itu murni bisnis pribadi antara saudara S dengan para mitra usaha,” ujar Budi.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah desa belum melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap anggaran yang telah dikucurkan kepada BUMDes, termasuk anggaran penyertaan modal maupun anggaran ketahanan pangan sekitar 200 JT.
“Kami dari pemerintah desa akan terus menindaklanjuti persoalan ini. Namun apabila nantinya berlanjut ke ranah hukum, kami tidak bisa berbuat banyak karena itu murni urusan pribadi saudara S dengan mitra usahanya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Direktur BUMDes berinisial S masih belum diketahui. Sementara itu, pihak kepolisian bersama pemerintah desa dikabarkan masih terus melakukan penelusuran dan pendalaman terkait persoalan tersebut.
(Tahyan)











